Jumat, 01 Maret 2013

Karakter & Kepemimpinan

"Kebanyakan orang mengatakan
intelektualitaslah yang membuat
seorang ilmuwan  hebat. Mereka salah,
yang membuatnya hebat adalah karakter"
- Albert Einstein


Jenderal H. Norman Schwarzkopf pernah
mengatakan, "Kepemimpinan adalah
kombinasi yang sangat kuat dari
strategi dan karakter. Namun jika
harus memilih salah satunya, pilihlah
karakter."
Karakter dan kredibilitas selalu
berjalan bersama. Kepemimpinan tanpa
kredibilitas cepat atau lambat akan
hancur.
Lihat saja kepemimpinan yang
diguncang oleh skandal korupsi, sex
atau hak asasi manusia, seperti yang
terjadi pada mantan presiden Amerika,
Richard Nixon, Bill Clinton atau para
petinggi perusahaan Enron yang
memanipulasi data keuangannya.
Karakter membuat kita dipercaya dan
rasa percaya membuat kita bisa
memimpin. Seorang pemimpin tidak
pernah membuat komitmen kecuali ia
melaksanakannya dan ia benar-benar
melakukan segalanya untuk menunjukan
integritas, sekalipun hal itu tidak
nyaman baginya.
Seorang pemimpin berkarakter kuat
akan dipercayai banyak orang. Mereka
mempercayai kemampuan pemimpin
tersebut untuk mengeluarkan kemampuan
mereka yang tertahan.
Jika seorang pemimpin tidak memiliki
karakter yang kuat, ia tidak
mendapatkan respek dari pengikutnya.
Respek diperlukan bagi sebuah
kepemimpinan yang bertahan lama.
Seorang pemimpin memperoleh respek
dengan mengambil keputusan yang
berani dan mengakui  kesalahannya. Ia
juga lebih mendahulukan kepentingan
terbaik pengikut dan organisasi
dibandingkan kepentingan pribadinya.
Kepercayaan adalah dasar
kepemimpinan. Rusak kepercayaan,
berakhir pulalah sebuah kepemimpinan.

Kamis, 28 Februari 2013

Kejarlah Mimpimu

"Semua mimpi kita dapat terwujud,
asalkan kita punya keberanian untuk
mewujudkannya" - Walt Disney

Semua orang diciptakan istimewa oleh
Tuhan dengan bakatnya masing-masing.
Tapi terkadang mereka terhalang oleh
pikirannya sendiri dalam
mengembangkannya.
Zig Ziglar, motivator dunia
mengkategorikan orang-orang  yang
tidak mengembangkan bakatnya ke dalam
4 golongan, Yaitu :

1. Orang pertama adalah yang menyangkal
   
dirinya memiliki bakat . "Ah, saya
    tidak punya bakat apa-apa
"
    sangkalnya. Ia merasa tidak perlu
    berbuat sesuatu atau berkontribusi
    bagi orang lain atau kehidupan umat
    manusia.

2. Orang kedua suka menunda-nunda. "Saya
     memang punya bakat. Tapi, tidak

     sekarang mengembangkannya. Mungkin

     besok, lusa atau nanti sajalah
"
     begitu alasannya. 

3. Orang ketiga adalah yang merasa
     takut
. "Sebetulnya saya ingin
     mengembangkan bakat saya. Tapi takut

     gagal, daripada saya ditertawakan

     orang, lebih baik saya diam saja,

     bukankah lebih aman?"
itu selalu yang
     dikatakannya. 

4.  Orang keempat tidak mau bertanggung
     
jawab. Dia selalu berdalih bahwa
     orang lain atau keadaanlah yang
     salah. "Bagaimana saya dapat
     mengembangkan bakat saya kalau orang

     di sekitar saya dan keadaan tidak

     mendukung
" katanya menyalahkan
     keadaan.

Temanku yang berbakat, saya
yakin Anda tidak termasuk dalam
keempat tipe orang tersebut. Bakat
Anda terlalu sayang untuk
disia-siakan, karena artinya Anda
menyia-nyiakan Anugrah Tuhan. Tuhan
telah mendesain dan menciptakan
manusia dengan keistimewaannya
masing-masing.

Kembangkan bakatmu,
kejarlah mimpimu.

Rabu, 13 Februari 2013

Love is manis

Love is not how long U've been together, not how much U've given or receive, not how many times U've helped each other.. Its how you value each other :)